Merdeka Mengajar Bakal Diberhentikan Anies, Ada Masalah Apa?

author Uswatun Hasanah

- Pewarta

Rabu, 07 Feb 2024 16:19 WIB

Merdeka Mengajar Bakal Diberhentikan Anies, Ada Masalah Apa?

Surabaya (optika.id) - Pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres cawapres) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden nantinya berencana untuk menghentikan penerapan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Tim Nasional (Timnas) Pemenangan AMIN.

Paslon AMIN, jelas Indra, tidak hanya sebatas peduli pada peningkatan gaji dan kejelasan status kepegawaian dari para guru saja, melainkan juga memiliki komitmen untuk mengurangi beban administrasi guru menjadi maksimal 10% dari jam kerja sehari-harinya.

Baca Juga: Pemilu 2024 Merupakan Pemilu Paling Brutal Sepanjang Sejarah

"Kalau kami, model seperti PMM akan kami setop, karena itu tidak efektif dan justru malah membuat para guru menjadi terbebani," kata Indra kepada para pewarta di Jakarta, Selasa (6/2/2024).

AMIN menilai jika selama ini beban administrasi guru sangat membebani guru dalam beraktivitas sehari-hari sehingga dampaknya cukup mengganggu konsentrasi untuk fokus mengajar para peserta didiknya.

"Kami akan mengurangi beban administrasi guru, sehingga guru fokusnya bukan menjadi birokrat, tetapi menjadi pendidik. Jadi itu salah satu perubahan yang akan kami lakukan," tutur Indra.

Baca Juga: Jokowi Gelisah, Parpol Kalah Harus Solid Bentuk Oposisi

Di sisi lain, dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Platform Merdeka Mengajar (PMM) adalah platform edukasi yang menjadi teman pengegrak untuk pendidik dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang memiliki fitur Belajar, Mengajar, serta Berkarya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun platform tersebut juga menyediakan referensi bagi para guru mengembangkan praktik mengajar yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka yang sudah ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Platform tersebut juga memuat fitur Mengajar dan Perangkat Ajar yang digunakan oleh guru dan tenaga kependidikan dengan tujuan mengembangkan diri. Adapun referensi perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka dalam perangkat tersebut tersedia lebih dari 2000 referensi.

Baca Juga: Demi Demokrasi, Indonesia Indonesia Butuh Oposisi yang Kuat

Adapun salah satu fitur yang diklaim bisa membantu guru dan tenaga kependidikan untuk melakukan analisis diagnostic terkait kemampuan peserta didik dalam literasi dan numerasi dengan cepat dan digadang-gadang bermanfaat adalah fitur asesmen murid.

Platform ini pun diharapkan bisa menjadi pembelajaran yang sesuai dengan tahapan capaian dan perkembangan peserta didik. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa platform ini membutuhkan banyak evaluasi, khususnya pada guru dan tenaga kependidikan yang berada di wilayah minim akses internet.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU