Desak Anies Terakhir di Surabaya, Penonton Ingin Ada "Tagih Anies"

author Dani

- Pewarta

Sabtu, 10 Feb 2024 01:56 WIB

Desak Anies Terakhir di Surabaya, Penonton Ingin Ada "Tagih Anies"

Surabaya (optika.id) - Acara 'Desak Anies' di DBL Arena Surabaya dihadiri belasan ribu pendukung Paslon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN). Di acara Desak Anies terakhir setelah digelar di sejumlah kota di Indonesia ini salah satu peserta menginginkan setelah ini ada acara Tagih Anies.

Peserta itu bernama Faza Aliya. Dia sampaikan keluh kesahnya tentang kondisi Indonesia saat ini. Dia merasa miris dengan mahasiswa-mahasiswa yang apatis dengan kondisi Indonesia.

Baca Juga: Perolehan Real Count Pilpres Versi Jatim, Prabowo Unggul dengan 14 Juta Suara

"Apakah sudah hak mereka untuk apatis? Tolong Pak Anies, bagikan pikiran bapak tentang itu. Karena saya sendiri miris dengan mahasiswa-mahasiswa yang apatis," ujar Faza dalam siaran live di YouTube pada Jumat (9/2/2024).

Anies mengomentari keluh kesah Fazah itu dengan menyampaikan tentang keunggulan anak muda yang kritis dan berani. Anies mengatakan bahwa anak muda menjadi berani karena mereka tidak punya beban dan tidak memikirkan risiko.

"Anak muda itu menarik karena kritis, karena berani. Kenapa mereka bisa berani? Satu karena dia tidak punya beban. Kedua orang berani karena tidak tahu masalah dengan lengkap, tidak tahu risikonya. Anak muda dibutuhkan karena mereka tidak punya beban dan tidak memikirkan risiko yang hanya dikatakan ada di pikirannya," ujarnya.

Anies menegaskan bahwa sifat kritis dan berani anak muda itu harus ditumbuhkan dengan gagasan-gagasan yang menarik sehingga mereka mau datang dan berminat untuk terlibat dalam perjuangan Indonesia yang lebih baik.

Baca Juga: Anies Dukung PDIP Gunakan Hak Angket di Pemilu 2024

"Saya ingin sampaikan, di setiap masa selalu ada yang menjadi tokoh-tokoh. Setiap masa ada yang bergerak besar dan ada yang pasif. Perubahan itu tidak bisa dilakukan oleh mereka yang pasif tapi oleh mereka yang bergerak dan memilih untuk menjadi bagian dari perjuangan," kata Anies.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fazah sendiri merespons jawaban Anies itu dengan menyampaikan keinginannya. Dia sampaikan bahwa setelah acara Desak Anies terakhir yang digelar di Surabaya itu, di kemudian hari dia ingin ada acara Tagih Anies.

"Kalau ini acara Desak Anies yang terakhir, saya ingin nanti ada Tagih Anies. Kami semua ingin Tagih Anies. Ya, Pak?" ujar Fazah ditanggapi dengan anggukan kepala oleh Anies.

Baca Juga: Pesan Anies ke Relawan, Perjalanan Masih Panjang

Tuntutan Fazah itu sempat disinggung oleh Anies dalam closing statement di acara tersebut. Anies mengatakan bahwa pola kampanye Desak Anies maupun Slepet Imin yang mengambil pola dialog itu bukan tanpa risiko.

"Kami memilih model Desak, Gus Imin dengan model Slepet, polanya dialog. Apakah pola seperti ini berisiko? Iya. Tadi disampaikan kalau sekarang ada Desak Anies kami dituntut nanti ada Tagih Anies. Pertanyaan itu dijawab dan jawaban itu menjadi komitmen untuk dikerjakan. Kalau kami berada di wilayah politik, paling enak tanpa komitmen. Dapat dukungan tanpa syarat. Tapi kami melihat demokrasi Indonesia harus berubah, demokrasi harus berisi gagasan, ide-ide yang diuji lalu dikerjakan," ujar Anies.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU