Surabaya (optika.id) - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya pastikan jalur kereta api di wilayah Daop 8 tetap aman pasca gempa di Utara Tuban pada Jumat, (22/3/2024). Sekitar pukul 11.22 WIB, jarak Gempa yang cukup jauh sangat terasa dari wilayah Surabaya.
Merespon hal ini, Manajer Humas Daop 8 Luqman Arif mengatakan, operasional kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya berjalan normal setelah gempa berkekuatan 5,9 SR mengguncang. Maka dari itu, dipastikan akan ada pemeriksaan secara menyeluruh dan detail terkait struktur rel.
Baca Juga: Eri Cahyadi-Armuji Menang Telak Lawan Kotak Kosong di Pilwalkot Surabaya 2024
"Termasuk kekuatan bangunan dalam hal ini jembatan di rel KAI," ujar Luqman.
Saat terasa gempa, terang Luqman, Pusat Pengendali Operasi KA Daop 8 Surabaya memerintahkan 17 KA di wilayah Daop 8 Surabaya saat kejadian untuk BLB (berhenti luar biasa) mulai pukul 11.37 WIB, kemudian untuk menunggu pemeriksaan kondisi prasarana perkeretaapian seperti rel, jembatan dan terowongan, di wilayah Daop 8 Surabaya oleh 23 UPT jalan rel dan 4 UPT jembatan.
Baca Juga: Cuaca Surabaya 28 November: Panas Terik, Hujan Ringan, dan Potensi Petir di Malam Hari
Usai pemeriksaan di sepanjang 530.168 km, jalur KA Daop 8 oleh petugas jalan rel dan jembatan pukul 11.59 WIB, jalur KA sudah dinyatakan aman dilewati dan operasional kereta api berjalan normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
"Usai dipastikan aman, seluruh KA diperbolehkan melanjutkan kembali perjalanannya, tegas dia.
Baca Juga: Banjir Parah di Greges Timur, Warga Desak Penanganan Cepat
Seluruh petugas KAI selalu siaga mengantisipasi semua kemungkinan yang memiliki kaitan dengan alam. Pada titik yang rawan, juga disiagakan petugas jaga yang akan terus memantau perkembangan kondisi prasarana.
"Koordinasi terus dilakukan antara petugas jalan rel dan jembatan, serta semua jajaran operasional termausk masinis yang selalu mendapatkan pantauan terbaru dari pusat pengendali kereta api. Ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan perjalanan selama di dalam KA," pungkasnya.
Editor : Pahlevi