Pemecatan Budiman Sudjatmiko: Hanya Penghapusan Administratif, Tapi Tidak Nilai Politiknya

author Seno

- Pewarta

Jumat, 25 Agu 2023 05:57 WIB

Pemecatan Budiman Sudjatmiko: Hanya Penghapusan Administratif, Tapi Tidak Nilai Politiknya

Optika.id - Politisi PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Budiman Sudjatmiko, secara resmi dipecat oleh Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. Surat pemecatan itu dilayangkan kepada Budiman Sudjatmiko saat perjalanan menuju acara Kontroversi, Metro TV, 24 Agustus 2023, malam hari sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca Juga: Budiman Sudjatmiko: Tema Debat Ketiga Capres "Makanan" Prabowo!

Surat pemecatan itu ditandatangani oleh Ketum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan Sekje DPP PDIP Hasto Kristiyanto pada 24 Agustus 2023. Surat pemecatan itu ditayangkan oleh Metro TV dalam layar lebar. Budiman mengakui pemecatan itu dan menerimanya.

Keputusan itu menggunakan hak prerogatif Ketua Umum karena itu saya berpikir untuk tidak memperpanjang dengan mempolitisasi atau banding, katanya saat ditanya presenter Metro Tv, Zilvia Iskandar, Kamis (24/8/2023). Dalam wawancara itu Budiman merespon pemecatan tersebut dengan gayanya yang santai.

Kali ini saya anggap sebagai sebuah teguran yang keras dari sebuah organisasi dan sebuah gerakan politik, katanya. Lebih lanjut Budiman katakan tidak akan banding. Pemecatan itu dimaknai Budiman sebagai penghapusan administratif belaka namun dirinya merasa tidak menghapus nilai-nilai politik nasionalisme Bung Karno.

Keputusan pemecatan ini dibenarkan oleh Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun. Komarudin mengakui jika keputusan itu berdasarkan atas rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh pihaknya.

"Sidang Komite Disiplin sudah mengeluarkan rekomendasi kepada DPP sejak Hari Senin," kata Komar saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (24/8/2023). Pada poin pemutusan berbunyi sebagai berikut "Memutuskan: satu, memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Sdr. budiman Sudjatmiko, M.A. M.Phil, dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," tulis Surat keputusan tersebut.

Baca Juga: Budiman: Program Susu Prabowo Tingkatkan Kesehatan Anak

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemecatan Budiman itu sebagai sanksi atas dukungannya kepada bacapres (bakal calon presiden) Prabowo Subianto. Tidak hanya itu saja, Budiman telah membentuk relawan untuk memenangkan Prabowo dengan nama Prabu (Prabowo-Budiman Bersatu).

Budiman Sudjatmiko dan Prabowo Subianto resmi mendeklarasikan relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jumat (18/8/2023). Dalam deklarasi itu Prabowo dan Budiman menandatangani pembentukan relawan dan saling memakaikan jaket.

Tindakan Budiman itu dinilai PDIP sebagai pengkhianatan karena tidak lagi mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres resmi PDIP.

Baca Juga: Tragedi Aktivis 98, Apa Kaitannya dengan Prabowo?

"Saya biasa mengambil risiko apapun hari ini saya katakan Budiman Sudjatmiko ingin menitipkan kepada Pak Prabowo Subianto jika insyaallah atas kehendak Allah Pak Prabowo jadi Presiden ke-8 Indonesia, tolong Pak Prabowo majukan kesejahteraan umum dengan mengembangkan koperasi mengembangkan, BUMDes, meningkatkan jaminan sosial. Tolong cerdaskan kehidupan bangsa dengan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi," urai Budiman saat deklarasi Prabu di Semarang, Jumat (18/8/2023).

Tulisan: Aribowo

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU