Hadiri Diskusi di Pontianak, Anies Gagas Sistem Pajak Berkeadilan

author Eka Ratna Sari

- Pewarta

Selasa, 26 Des 2023 18:45 WIB

Hadiri Diskusi di Pontianak, Anies Gagas Sistem Pajak Berkeadilan

Optika.id - Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang penting untuk mendukung keberlangsungan ekonomi. Oleh karena itu, Anies Baswedan, Capres Nomor Urut 1, mengusulkan konsep sistem pajak yang adil.

Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri diskusi Desak Anies di Aming Coffee Podomoro, Pontianak, Selasa (26/12/2023).

Baca Juga: Ini Prioritas Anies Jika Kembali Terpilh Gubernur Jakarta, Apa itu?

Anies merespon ide cawapresnya, Muhaimin Iskandar, yang ingin memajaki 100 orang terkaya di Indonesia.

Capres yang didukung oleh Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, pernyataan wakilnya untuk menggambarkan kondisi ketidakseimbangan yang ada.

“Itu sebuah gambaran ketimpangan, rumus kita adalah membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar,” katanya.

Baca Juga: PDIP Masih Punya Peluang Usung Anies di PIlkada Jakarta

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjanjikan jika ia dan Muhaimin terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024 maka tidak akan menaikkan pajak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaliknya, Anies dan Muhaimin ingin anggaran negara yang berasal dari pajak itu bisa dioptimalkan. Sehingga terciptalah keadilan untuk seluruh masyarakat.

Baca Juga: Soal Putusan MA, Anies: Aturan yang Diubah di Tengah Jalan!

“Kami nggak ada rencana untuk naikan pajak kepada masyarakat Indonesia secara umum. Tidak ada rencana menaikan pajak,” ucap Anies.

Pada debat cawapres yang digelar Jumat kemarin (22/12/2023) di Jakarta Convention Center (JCC), Muhaimin Iskandar menyampaikan fakta tentang ketidakadilan di Tanah Air. “Bayangkan, 100 orang terkaya (di Indonesia) punya harta yang lebih besar dari 100 juta rakyat kita. Ini harus kita slepet! Kita pajakin 100 orang terkaya, kita turunkan pajak kelas menengah!” ungkap sosok yang biasa disapa Cak Imin itu.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU