Kampanye Akbar di Istora Senayan, Partai Buruh Belum Tentukan Dukungan di Pilpres 2024, Tunggu Putaran Kedua

author Eka Ratna Sari

- Pewarta

Kamis, 08 Feb 2024 18:45 WIB

Kampanye Akbar di Istora Senayan, Partai Buruh Belum Tentukan Dukungan di Pilpres 2024, Tunggu Putaran Kedua

Jakarta (optika.id) - Partai Buruh menyatakan, belum menentukan pilihan untuk mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) di Pilpres 2024. Partai Buruh akan menunggu hasil putaran pertama, dan baru akan berpihak pada putaran kedua, jika Pilpres 2024 tidak menghasilkan pemenang di putaran pertama.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menjelang acara puncak kampanye akbar Partai Buruh di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (8/2/2024).

Baca Juga: Ahmad Dhani Terancam Lolos ke DPR RI dari Dapil Neraka Surabaya-Sidoarjo

“Partai Buruh belum memutuskan deklarasi kepada paslon manapun,” ujar Iqbal kepada wartawan, Kamis siang (8/2/2024).

Iqbal menjelaskan, Partai Buruh fokus pada pencalegan untuk lolos ke parlemen dengan target meraih 4,778 persen suara pada Pemilu 2024.

Baca Juga: PKB Raih Dua Kursi di Sidoarjo, Ungguli PDI Perjuangan di Jatim

“Partai Buruh fokus masuk ke parlemen dengan elektabilitas 4,778 persen. Dan DPR RI 20-30 kursi DPR RI,” terangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Iqbal juga membeberkan alasan Partai Buruh belum menentukan dukungan kepada salah satu paslon. Alasan pertama, katanya, adalah berdasarkan survei internal Partai Buruh, Pilpres 2024 akan terjadi dua putaran. Untuk itu, Partai Buruh akan mengajukan kontrak politik kepada paslon yang akan lolos pada putaran kedua.

Baca Juga: Pesan Kapolda Jatim ke KPU Usai Jenguk Petugas KPPS Sakit di RS Haji

“Oleh karena itu cabut Omnibus Law ada kontrak tertulis paslon mengumumkan terbuka, tidak ada satupun hari ini yang berani kontrak politik,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa kampanye akbar Partai Buruh di Istora Senayan ini dihadiri ribuan orang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU