5 Makna Peristiwa Isra Miraj Bagi Umat Islam

author Mei Nurkholifah

- Pewarta

Kamis, 08 Feb 2024 19:24 WIB

5 Makna Peristiwa Isra Miraj Bagi Umat Islam

Surabaya (optika.id) - Isra Miraj merupakan suatu peristiwa yang penting bagi Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya untuk Rasulullah, peristiwa ini juga penting untuk umat muslim. Hal ini karena peristiwa Isra Miraj merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad menuju langit ketujuh untuk menerima perintah salat dari Allah SWT.

Sebagai umat muslim, peristiwa ini merupakan peristiwa yang penuh dengan makna. Perjalanan agung Nabi Muhammad menuju langit merupakan perjalanan yang memiliki banyak hikmah yang dapat diambil. 

Melansir kemenag.go.id, pada Kamis (8/2/2024), peristiwa Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian. Peristiwa ini terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah, yaitu sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. 

Peristiwa Isra Mi'raj terbagi dalam dua peristiwa, yaitu Isra dan Miraj. Peristiwa Isra merupakan peristiwa Nabi Muhammad SAW "diberangkatkan" oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina.

Lalu, peristiwa Mi'raj yaitu ketika Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Pada Miraj ini, Nabi Muhammad mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

Peristiwa mengenai Isra Miraj juga tertulis dalam Al-Qur'an, di Surat Al Isra ayat 1 yang memiliki arti “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Makna dari Peristiwa Isra Miraj

1. Menjaga kebersihan hati

Dalam peristiwa Isra Miraj, terdapat peristiwa ketika dada milik Nabi Muhammad SAW dibelah oleh Malaikat Jibril dan dibersihkan menggunakan air zamzam. Peristiwa ini dapat dimaknai kita sebagai umat muslim harus menjaga hati agar tetap lapang dan luas. Hati juga menjadi pusat keimanan dan ketakwaan.

Hati tidak dipakai untuk hal yang buruk seperti dendam, iri, dan sombong. Tetapi hati digunakan untuk ikhlas, berlapang dada, serta mudah untuk memaafkan. 

2. Mengimani kuasa Allah SWT

Dalam peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW diangkat sampai Sidratul Muntaha yaitu langit yang paling tinggi. Rasulullah juga “bertemu” dengan Allah SWT. Saat itu, Nabi Muhammad berkata, “Attahiyatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibatulillah”; “Segala penghormatan, kemuliaan, dan keagungan hanyalah milik Allah.” Allah SWT pun berfirman, “Assalamu’alaika ayyuhan nabiyu warahmatullahi wabarakaatuh.” 

3. Tidak selalu berorientasi pada duniawi

Peristiwa Isra Miraj merupakan peristiwa yang terjadi pada satu malam saja. Rasulullah dibawa dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa dan dilanjutkan menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini merupakan peristiwa yang mungkin untuk saat ini sulit diterima oleh akal. Namun, segala sesuatu tidak hanya berorientasi pada keduniawian.

Hal ini juga merupakan bentuk ujian agar tetap beriman kepada Allah. Menurut pada sufi yang dilansir kemenag.go.id, perjalanan ini merupakan perjalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi.

4. Sabar dan tawakal

Dalam peristiwa Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW dipertemukan dengan nabi-nabi terdahulu. Hal ini dilakukan agar dapat melihat bahwa nabi-nabi terdahulu juga melalui masa-masa yang sulit dalam menyebarkan perintah Allah SWT. 

Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi umat muslim saat ini untuk tetap sabar dan tawakal kepada Allah SWT. Dalam mengerjakan dan mengajarkan kebaikan, memang dibutuhkan kesabaran yang lebih, lalu disertai dengan berserah diri kepada Allah SWT.

5. Salat lima waktu

Perjalanan agung yang dilakukan oleh Rasulullah SAW menuju langit tertinggi adalah untuk menerima perintah dari Allah SWT yaitu salat lima waktu. Umat muslim diwajibkan untuk mendirikan salat wajib.

Perintah salat lima waktu merupakan kewajiban yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, salat yang dijadwalkan pada lima waktu tersebut merupakan salat wajib yang tidak boleh tertinggal.

Demikian informasi mengenai makna yang dapat diambil dari peristiwa Isra Miraj. Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan agung merupakan atas kuasa dan izin Allah SWT.

 

 

Editor : Pahlevi

Tag :

BERITA TERBARU