Kaesang dan Istri Maju Pilkada, Jokowi Semakin Tak Peduli Etika

author Dani

- Pewarta

Selasa, 26 Mar 2024 09:00 WIB

Kaesang dan Istri Maju Pilkada, Jokowi Semakin Tak Peduli Etika

Jakarta (optika.id) - Langkah Presiden Joko Widodo membangun dinasti politik terus menuai kritik. Karena sebelumnya, putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka telah menjadi Wali Kota Solo yang lanjut menjadi cawapres dan menantunya Bobby Nasution menjadi Wali Kota Medan.

Apalagi, setelah Gibran yang berpasangan dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 dinyatakan sebagai pemenang oleh KPU, isu keluarga Jokowi lainnya mengincar jabatan politik kepala daerah kembali menghangat, terutama jelang Pilkada serentak November 2024 ini.

Baca Juga: Eks Ketua KPK: Jokowi Belum Siap Tinggalkan Jabatan

Selain Bobby yang santer diberitakan bakal maju di Pilgub Sumatera Utara, putra bungsunya Kaesang Pangarep digadang-gadang akan maju di Pilgub Jakarta, Jawa Tengah, atau Pilkada Solo. Bahkan istri Kaesang, Erina Gudono, juga didorong untuk maju di Pilkada Sleman, Yogyakarta.

Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Dr. Wakhudin, M.Pd., menilai isu Kaesang dan dan istri bakal meramaikan pilkada ini semakin menunjukkan Jokowi tidak sejalan dengan semangat reformasi. Karena salah satu amanat reformasi adalah memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme alias (KKN).

“(Langkah Jokowi) berkebalikan dengan semangat reformasi. Dia tidak peduli demokrasi, tidak peduli etika, dan nasib rakyat. Yang penting jadi ‘raja’, keluarganya berkuasa. Apa pun dilakukan, tidak peduli melanggar konstitusi. Semua aturan ditabrak karena mementingkan dinasti,” jelasnya saat dihubungi, Senin, (25/3/2024).

Tidak hanya itu, dia juga menyoroti isu Jokowi yang mengincar kursi ketua umum Partai Golkar. Bahkan Jokowi disebut-sebut bakal menjadi partai ketua partai-partai koalisi pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran kelak.

Baca Juga: Bertemu dengan CEO Apple, Jokowi Ajak Investasi Smart City di IKN

Menurutnya Jokowi seakan mengidap post power syndrome, sebuah gejala yang terjadi ketika seseorang hidup dalam bayang-bayang kebesaran yang dimilikinya di masa lalu seakan-akan belum mampu menerima perubahan yang terjadi dalam dirinya. “Dia tidak siap untuk turun (dari kekuasaan),” ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kengototan Jokowi untuk tetap berusaha memiliki pengaruh pada pemerintahan mendatang terutama lewat keberadaan putranya Gibran, dia menduga, karena Presiden RI ke-7 sudah terlalu jauh membangun kesepakatan dengan Pemerintah China terkait pembangunan infrastruktur. Jokowi ingin mengawal proyek-proyek tersebut.

“Padahal melihat dari (pengalaman) negara-negara lain, ujung-ujungnya (negara) yang berutang ke RRC, kan diambil asetnya, juga (negara yang bersangkutan) harus ketempatan orang-orang China,” demikian Dr. Wakhudin, M.Pd.

Baca Juga: Menko Airlangga: Presiden Siapkan Langkah Antisipasi Konflik Timur Tengah

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, selain didorong sejumlah partai politik, isu Kaesang bakal meramaikan pilkada juga diisyaratkan Gibran. Dalam pertemuan dengan relawannya yang tergabung Bolonemase di Solo awal bulan ini, Gibran berharap para pendukungnya itu tetap merapatkan barisan dan makin intens melakukan konsolidasi menyambut Pilkada 2024 ini.

Dalam kesempatan itu, Gibran sekaligus memohon kepada para relawan Bolonemase untuk mengawal sang adik, Kaesang, yang saat ini memimpin PSI. “Dan saya juga secara pribadi, saya mohon, adik saya juga ikut dikawal, PSI itu,” ungkapnya.

Sementara Kaesang, saat ditanya soal isu istrinya yang bakal maju di Pilkada Sleman pada Kamis lalu, 21 Maret 2024, menjawab diplomatis. “Ya nanti kita lihat dulu,” ucap Kaesang.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU