Israel Serang Negara Iran

author Dani

- Pewarta

Rabu, 03 Apr 2024 17:37 WIB

Israel Serang Negara Iran

Oleh: Cak Ahmad Cholis Hamzah

Baca Juga: Nilai Rupiah Anjlok

Surabaya (optika.id) - Gedung bangunan dan tanah suatu kantor Kedutaan Besar atau Konsulat suatu negara yang berada di negara lain (receiving state) adalah teritori negara dimana Kedutaan Besar atau Konsulatnya berada.

Ini sudah diatur di Konvensi Viena tahun 1961 Tentang Hubungan Diplomatik yang dalam pasal 22 ayat 1 berbunyi: “The premises of the mission shall be inviolable. The agents of the receiving State may not enter them, except with the consent of the head of the mission.” Atau “Tempat misi tidak dapat diganggu gugat. Agen-agen Negara penerima tidak boleh memasukinya, kecuali dengan persetujuan kepala misi” Jadi kantor Kedutaan Besar atau Konsulat suatu negara dinegara lain adalah wilayah negara tersebut yang tidak dapat diganggu gugat. Aturan internasional tentang hal ini sudah disepakati oleh semua negara di dunia ini.

Kalau misalnya saya melempar gedung Kedutaan Besaratau Konsulat suatu negara, maka saya sudah melakukan pelanggaran wilayah suatu negara, atau saya melempari teritori negara lain.

Baru – baru ini dunia digegerkan dengan serangan udara tentara Israel IDF pada tanggal 1 April 2024 yang menghancurkan gedung konsulat Iran yang bersebelahan dengan kantor Kedutaan Besar Iran di ibukota DamaskusSiria, menewaskan sedikitnya tujuh pejabat termasuk Mohammed Reza Zahedi, seorang komandan tinggi di Pengawal Revolusi elit Iran (IRGC), dan komandan senior Mohammad Hadi Haji Rahimi, menurut Kementerian Luar Negeri Iran.

Baca Juga: Korupsi Turun Temurun

Tindakan brutal Israel tentu mendapatkan reaksi keras dari berbagai negara seperti Rusia. Cina, Saudi Arabia, Pakistan dsb karena hal itu melanggar hukum internasional dan melanggar Konvensi Viena itu. Serangan Israel itu sama dengan serangan terhadap negara Iran yang secara resmi pemerintahnya menyatakan akan membalasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kejadian itu juga menjadi pembicaraan yang serius di Dewan Keamanan PBB di New York dimana Rusia, Cina dll menyatakan protes mereka atas tindakan Israel yang melanggar ketentuan internasional tentang keberadaan suatu Kedutaan Besar dan Konsulat. Amerika Serikat di Dewan Keamanan itu seperti biasanya membela Israel dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki informasi tentang serangan yang menyasar gedung diplomatik.

Pernyataan Duta Besar AS untuk PBB itu disindir oleh Duta Besar Rusia yang mengatakan bahwa pemerintah AS memiliki informasi detail tentang serangan teroris di gedung konser di Moskow Rusia, namun kok bisa-bisanya Amerika Serikat mengatakan tidak memiliki informasi serangan Israel ke gedung diplomatik Iran di Siria.

Baca Juga: Bukan KKB Lagi Tapi OPM

Banyak negara yang mengatakan bahwa nampaknya Israel berupaya memperluas perangnya di Gaza Palestina kewilayah-wilayah negara Arab di Timur Tengah, atau Israel berusaha memancing keterlibatan Amerika Serikat di kawasan ini bila Iran betul-betul akan melakukan pembalasan. Israel menuduh keterlibatan Iran di perang Gaza dan Libanon dimana Iran dianggap dibelakang Hamas di Palestina dan Hisbullah di Lobanon.

Semoga semua pihak di kawasan Timur Tengah menahan diri, sebab bila tidak maka perang yang besar akan terjadidi kawasan ini dengan melibatkan banyak negara.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU