Guru Besar UGM Prediksi Jokowi Kembali Cawe-Cawe di Pilkada

author Dani

- Pewarta

Senin, 08 Jul 2024 22:47 WIB

Guru Besar UGM Prediksi Jokowi Kembali Cawe-Cawe di Pilkada

Jakarta (optika.id) - Guru besar dan pakar hukum tata negara, Prof Dr Denny Indrayana mengatakan tanda-tanda Presiden Jokowi diduga tetap melakukan cawe-cawe dalam Pilkada 2024 sangat jelas. Situasi seperti ini tampak tak hanya di Pilkada Jakarta saja, tapi juga di pilkada di wilayah lainnya.

"Presiden Jokowi diduga tetap melakukan tindakan seperti yang dia lakukan di pilpres pada Februari lalu. Dia juga diduga tetap akan melakukan cawe-cawe dalam pilkada, termasuk Pilkada Jakarta yang akan berlangsung pada akhir tahun ini," kata Denny Indrayana, Senin, (8/7/2024). 

Baca Juga: Jika IKN Belum Siap, Jokowi Tak Mau Memaksa untuk Pindah!

Menurut Denny, tanda-tanda diduga Jokowi tetap akan melakukan cawe-cawe sudah sangat jelas. Bahkan tak perlu canggih untuk menelisik tindakan tersebut karena kasat mata. "Sudah jelas kok cawe-cawe Jokowi lagi itu. Tak perlu canggih-canggih untuk melakukan analisis."

Baca Juga: Staf Khusus Sebut Rumah Presiden untuk Pensiun Sesuai Permenkeu!

"Pokoknya sudah rusak politik negara kita hari ini. Soal Kaesang misalnya, bisa jadi Jokowi tetap akan mengajukannya di Pilkada Jakarta, atau lainnya misalnya di Jawa Tengah. Semua kini sudah tak jelas. Aturan hukum sudah bisa diubah seenaknya. Semua bisa diakali," ujarnya lagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyinggung adanya isu pecah kongsi antara Prabowo dan Jokowi dalam Pilkada di Jakarta dan Pilkada lainnya, Denny menyatakan hal itu juga sudah merupakan hal biasa dalam politik. Apalagi kepentingannya sudah beda maka kala itu juga terjadi perbedaan pendapat.

Baca Juga: AHY Sebut Presiden Jokowi Tak Pernah Tawarkan Kaesang ke Demokrat

"Pada hakikatnya politik itu kan tidak ada kawan abadi. Maka bila terjadi perbedaan kepantingan maka lazimnya ya akan terjadi beda kongsi. Apalagi faktanya memang Prabowo hanya membutuhkan Jokowi kala hendak maju dalam Pilpres 2024. Nah, sekarang sudah menang pilpres dan akan segera jadi presiden, ya kepentingan politiknya sampai di situ saja. Jadi bila benar terjadi pecah kongsi antara Jokowi dengan Prabowo hal biasa saja," tegas Denny Indrayana.

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU