Jokowi: Indonesia Butuh Investasi Wujudkan Emisi No 2060

author Dani

- Pewarta

Sabtu, 02 Des 2023 06:19 WIB

Jokowi: Indonesia Butuh Investasi Wujudkan Emisi No 2060

Optika.id - Presiden RI Joko Widodo mengatakan Indonesia membutuhkan investasi lebih dari 1 triliun dolar AS untuk mewujudkan emisi nol bersih pada tahun 2060.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo pada KTT Perubahan Iklim COP28 di Dubai, Persatuan Emirat Arab, Jumat (1/12), sebagaimana tayangan video yang disaksikan di Jakarta, Sabtu, (2/12/2023).

Baca Juga: Harga Beras Capai Rp 19 Ribu Per Kg, Ganjar Sindir Bansos yang Digencarkan Jokowi

"Indonesia butuh investasi lebih dari 1 triliun dolar AS untuk net zero emission 2060," kata Presiden.

Presiden menyampaikan Indonesia ingin bekerja keras mencapai emisi nol bersih di tahun 2060 atau lebih awal sekaligus menikmati pertumbuhan ekonomi yang tinggi, kemiskinan, dan ketimpangan yang terus diturunkan secara signifikan serta lapangan kerja yang terus tercipta.

Meski demikian, kata Jokowi, negara yang sedang berkembang tidak mampu mewujudkan emisi nol bersih sendiri. Oleh karena itu, Indonesia mengundang kolaborasi dari mitra bilateral, investasi swasta, dukungan filantropi, dan dukungan negara-negara sahabat.

"Kami juga mempunyai platform pembiayaan inovatif yang kredibel, bursa karbon, mekanisme transisi energi, sukuk dan obligasi hijau, pengelolaan dana lingkungan hidup dari result based payment," jelasnya.

Jokowi mengatakan bahwa multilateral development banks (MDBs) atau bank-bank pembangunan dunia juga harus meningkatkan kapasitas pendanaan transisi energi dengan bunga rendah.

Baca Juga: HMI Tolak Usulan Pemakzulan Jokowi, Sebut Tidak Ada Alasan Kuat

Presiden RI menekankan bahwa target Paris Agreement dan emisi nol bersih hanya bisa dicapai jika semua negara bisa menuntaskan masalah pendanaan transisi energi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Dari situlah masalah dunia bisa diselesaikan," ujar Presiden Widodo.

Ia meyakini banyak negara berkembang memiliki posisi yang sama dengan Indonesia. Menurut dia, diperlukan kerja sama yang kolaboratif dan inklusif berupa aksi-aksi nyata untuk menghasilkan karya-karya nyata.

Baca Juga: Arah Koalisi Jika Prabowo Diangkat Jadi Presiden, Banyak yang Putar Haluan

"Itulah yang harus kita capai di COP28," tutur Kepala Negara.

Sejauh ini Indonesia dengan segala keterbatasan terus menurunkan emisi karbon. Jokowi menyebut antara tahun 2020 dan 2022 Indonesia berhasil menurunkan emisi karbon 42 persen dibandingkan perencanaan business as usual pada tahun 2015.

"Kami juga bekerja keras untuk memperbaiki pengelolaan forestry and other land used—FOLU, serta mempercepat transisi energi menuju energi baru terbarukan," kata Presiden.

Editor : Pahlevi

Tag :

BERITA TERBARU