Prof Didin Damanhuri: Kecurangan Pemilu 2024 Ini Benar-Benar Nyata!

author Dani

- Pewarta

Sabtu, 23 Mar 2024 18:41 WIB

Prof Didin Damanhuri: Kecurangan Pemilu 2024 Ini Benar-Benar Nyata!

Jakarta (optika.id) - Pengamat sosial dan ekonomi Prof. Didin S Damanhuri menegaskan, kecurangan digital dan manual dalam Pilpres 2024 sangat nyata dan terang-terangan. Itu semua sudah diungkapkan oleh para IT. Hal itu disampaikan pada Sabtu, (23/3/2024). 

“Begitu banyak bukti yang diajukan para pakar IT. Tetapi KPU cuek, jalan terus memaksa hitungan yang konyol dan tidak bermartabat itu,” kata Didin merincikan kecurangan digital yang dilakukan KPU.

Baca Juga: Didin Damanhuri: Bansos Secara Elektoral Prabowo Naik, Rakyat Sengsara

Menyangkut, Aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Pemilu (Sirekap)  sebagai alat hitung di Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), didesain, bahwa setiap pengisian data dari KPPS, maka hanya suara 02 yang bertambah suaranya sedangkan suara 01 dan 03 tetap tidak berubah.

Dia menyatakan hal itu berdasarkan laporan Ketua TIM Relawan sebuah kabupaten kepadanya. Laporan itu memuat lengkap kecurangan yang terjadi di wilayah itu.

“Telah ditemukan pada aplikasi sirekap KPPS dimana aplikasi ini sebagai alat hitung dan pelaporan cepat KPU. Bahwa Pada saat input hasil simulasi hitung cepat oleh petugas KPPS, ditemukan pada menu tambah suara atau edit perolehan hasil masing-masing paslon capres dan cawapres dari ketiga paslon. Temuan itu tidak masuk akal,” kata Guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Ditambahkannya, menu input hasil suara yang bisa diinput atau diedit hanya menu paslon 01 dan 03. Sedangkan kolom input menu paslon 02 tidak bisa diedit pada saat simulasi oleh petugas di lapangan.

Kuat dugaan mereka, tambah Didin, bahwa kolom edit suara paslon 02 telah dikondisikan angka dan hasilnya diserver Pusat KPU. Terbukti setelah diadakan atau dicoba berkali-kali diedit malah suara Paslon 02 yang bertambah.

Dilanjutkannya, diperkuat lagi dari temuan Timnas AMIN Dr. Amin Subekti yang menemukan contoh kecurangan digital tersebut. Temuan itu menunjukkan, dimana hanya dalam 30 menit, suara paslon 01 turun sebanyak 3.411.000 suara. Sementara suara Paslon 02 naik 316.278 suara dan Paslon 03 naik 70.655 suara.

Kecurangan manual

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan Didin lagi, sementara kecurangan secara manual lebih gila lagi. Sangat banyak laporan faktual berasal dari lapangan yang membuat heran kok bisa terjadi di negara demokratis besar seperti Indonesia.

Diantaranya, kata Didin, begitu banyak kartu suara yang sudah tercoblos sebagian besar untuk paslon 02.
Sedang di London, Madura dan banyak daerah sejumlah pemilih tidak diberi kesempatan mencoblos.

Selain itu, pembagian uang dalam amplop atau beras dilakukan dalam intensitas besar pada malam dan subuh menjelang pencoblos tanggal 14 Februari.

“Semua kecurangan manual itu kami catat. Dan lain-lain seterusnya yang merupakan tanda telah terjadi kecurangan luar biasa terstruktur, sistematis dan masif, (TSM),” kata Didin.

Dengan faktor-faktor tersebut yang cukup banyak dilaporkan media, sama sekali KPU dan Bawaslu tidak bergeming.

“Dan dengan whooosh kemudian KPU mengumumkan kemenangan paslon 02 pada  Rabu, 20 Maret,” kata Guru besar senior yang terkenal jujur dan berintegritas itu.”

“Suasana batin Itulah sebenarnya kalau kita mau memahami mengapa banyak demo besar menjelang Rabu lalu,  yang tidak selalu terkait karena faktor kalahnya paslon 01 dan 03. Tapi juga banyak disuarakan secara moral termasuk oleh ratusan kampus-kampus di berbagai Perguruan Tinggi se-Tanah Air,” demikian Didin S Damanhuri. 

Editor : Pahlevi

BERITA TERBARU