Surabaya (optika.id) - Pengamat politik Universitas Airlangga, Aribowo merespon pergolakan politik jelang Pilkada 2024 mendatang. Ia mengatakan bahwa Anies bisa menjadi penantang kuat 5 tahun mendatang jika bersama dengan PDIP.
Hal ini dikatakannya dalam acara Diskusi dengan tajuk "Pilkada 2024, Kartel Politik dan Masa Depan Politik Indonesia" melalui kanal YouTube Forum Insan Cita, Minggu, (1/9/2024).
Baca Juga: PDI-P: Tak Ada Kader di Kabinet Prabowo, Tapi Dukung Kedaulatan dan Kebijakan Positif
"Kalau memang pada awalnya PDIP tidak ada kata sepakat dengan Prabowo dan mengusung Anies di Jakarta. Bisa jadi 5 tahun kemudian PDIP meminang calon kuat (Anies Baswedan, red) seperti halnya Jokowi pada tahun 2014 lalu. Anies menjadi penting sekali jika bisa running di Jakarta, bisa juga Jabar," kata Aribowo.
Cawe-cawe Mulyono sejak Pemilihan Presiden sampai Pilkada ini masih cukup kuat. Ketua MPID Jatim itu juga menyebut strategi Mulyono sebenarnya telah dipecahkan oleh Putusan MK. Namun, dirinya masih bisa menjegal Anies meski pada akhirnya gagal menjadikan anak terakhirnya maju pesta demokrasi.
Baca Juga: Gugatan PDI Perjuangan Ditolak, PTUN Nyatakan Sengketa Pilpres 2024 Bukan Kewenangannya
"Oleh karena itu, ini yang harus kita lawan, harus ada perlawanan besar-besaran civil society terhadap kekuasaan Prabowo nanti jika memang sudah waktunya," terang Dosen FISIP Unair itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menganalogikan dikala putusan yang hendak dibuat DPR RI itu disahkan. Tentu akan menjadi lebih berat, MK ini sudah berhasil menghalagi upaya itu.
Baca Juga: PKS Sebut Indonesia Tak Ada Oposisi, Yang Mengontrol DPR
"Sekarang pemilihan kepala daerah ini, itu harus dikontrol betul dan mereka akan bingung juga karena variannya begitu banyak. Maka hanya beberapa tempat terutama di Provinsi vital, Jakarta Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur," pungkas dia.
Editor : Pahlevi